Teladan Bisnis dari Rasulullah SAW

Kondisi perekonomian dunia yang dipanglimai oleh Amerika Serikat dan
negara-negara barat katanya sedang terpuruk. Saya adalah pengguna aktif
Twitter, sebuah situs social networking, yang setiap saat selalu mendapatkan
berita terkini dari beberapa situs berita yang saya ikuti seperti New York
Times, CNN atau BBC. Beritanya seram-seram. PHK di mana-mana,
keluarga-keluarga di Amerika mulai mengetatkan ikat pinggang.

Saya pun berpikir, kenapa ekonomi negara adi daya itu bisa terpuruk?
Bukankah hampir semua praktisi handal dan pemikir tulen di bidang bisnis dan
keuangan bercokol di sana. Buku-buku bisnis terbaik dan terlaris selalu
berasal dari sana. Bukankah sebagian besar perusahaan Fortune 500 berasal
dari sana? Apa yang terjadi?

Selidik punya selidik, ternyata masalahnya bukanlah karena mereka kurang
ilmu atau sarana pendukung bisnis yang canggih. Mereka punya semua alat itu.
Mereka semua punya senjata untuk memenangkan persaingan bisnis. Masalahnya
bukanlah soal senjatanya, melainkan siapa dan bagaimana menggunakan senjata
itu. Man behind the gun.

Inilah yang kurang disentuh oleh para praktisi dan pemikir bisnis di sana.
Ketika kapitalisme di-leverage sedemikian rupa sehingga kita tidak tahu lagi
bagaimana proses barang bisa menjadi uang dan uang itu pun telah bermutasi
menjadi bentuk-bentuk yang kita sendiri tidak mengerti dari mana asalnya. Di
situlah, peran nurani manusia sebagai pengendali terpinggirkan. Keserakahan
tanpa batas seperti dicontohkan oleh Bernie Madoff dan kawan-kawannya, telah
mengantarkan kapitalisme yang dibanggakan selama ini ke jurang terdalam.

Perusahaan-perusahaan besar itu jatuh bukan karena kalah oleh penguasaan
ilmu manajemen dan teknologi. Mereka jatuh terpuruk karena keserakahan dan
cacat karakter yang dilakukan oleh para pemimpin dan pengelola
perusahaan-perusahaan itu.

Belakangan, banyak buku bisnis mencoba mengangkat kualitas-kualitas terbaik
dari organisasi-organisasi bisnis terbaik. Ternyata mereka menemukan bahwa
peran nilai, budaya dan karakter yang dibangun di organisasi itulah sebagai
ujung tombak kesuksesan mereka. Zappos.com, sebuah toko sepatu online yang
berusia 10 tahun, mencengangkan dunia bisnis online karena diakuisisi oleh
Amazon.com senilai hampir 1 miliar dollar. Kenapa Amazon kepincut dengan
Zappos? Bukankah Amazon secara teknologi dan kemampuan lebih kuat
dibandingkan Zappos? Amazon tertarik dengan Zappos karena budaya pelayanan
dan karakter yang dibangun oleh Zappos yang dikomandani oleh Tony Hsieh yang
inspiratif itu.

Karakter, inilah nilai-nilai yang dibangun dan dicontohkan oleh Rasulullah
sejak berabad-abad lalu. Sebagai muslim, kita sering terpukau dengan
ilmu-ilmu dari barat yang jika ditelurusi ternyata sudah dipraktekkan oleh
Rasul namun kurang kita pahami dengan baik.

Apa saja nilai warisan dari Rasul yang bisa kita tiru sebagai pengikutnya?
Sebagaimana kita ketahui, Rasullullah Muhammad SAW. adalah seorang pebisnis
sukses. Beliau menjalani hidup sebagai pebisnis selama 25 tahun, mulai dari
ussia 15 sampai 40 tahun. Sementara masa kerasulan beliau hanya 23 tahun.

Beliau menjadikan bekerja sebagai ladang menjemput surga. Kejujuran (As
Siddiqh) dan kepercayaan (Al Amin) menjadi prinsip utamanya dalam berbisnis.
Beliau juga seorang yang cerdas (Fathonah) dengan memiliki pikiran visioner,
kreatif, dan inovatif. Rasulullah juga pintar dalam mempromosikan diri dan
bisnisnya (Tabligh). Istilah sekarang adalah pemasaran atau marketing.

Keempat kualitas pribadi ini menyatu dalam diri beliau menjadi karakter yang
kuat dan melekatlah personal branding "Al Amin" yang kemudian menjadi
semacam "jaminan mutu" terhadap siapa saja yang ingin berbisnis dan
bertransakti dengan beliau. Maka, terbukalah kesempatan baginya untuk
berbisnis tanpa modal alias dengan menjalankan modal orang lain.

Rasululah menjalankan kerja sama dengan sistem upah maupun bagi hasil
(mudharabah) dengan Siti Khadijah, seorang pengusaha wanita yang kaya.
Kadang-kadang dalam kontraknya Muhammad sebagai pengelola (mudharib) dan
Khadijah sebagai sleeping partner(shahibul maal) dan sama-sama berbagi atas
keuntungan maupun kerugian. Terkadang pula Muhammad menjadi pebisnis yang
digaji/medapatkan upah untuk mengelola barang dagangan Khadijah. Diantaranya
Khadijah pernah mempercayakan kepadanya modal untuk bertolak ke Syiria.

Dalam sebuah pengajian, KH Abdullah Gymnastiar pernah berkisah bahwa
kejujuran adalah sesuatu barang langka di dunia bisnis saat ini. Maka,
ketika muncul seorang pebisnis dengan citra kejujuran di dalam dirinya,
niscaya ia akan menjadi "wealth attractor". Para mitra akan senang berbisnis
dengannya, supplier akan mendahulukan pesanannya, pelanggan pasti tidak
tertipu dengan janji-janji yang diberikannya, karyawan pun tentu akan lebih
loyal kepadanya.

Seorang kerabat saya beberapa bulan lalu kehilangan 3 buah ruko berikut
isinya hangus terbakar api. Miliaran rupiah jerih payahnya selama
bertahun-tahun hancur dalam sekejap. Secara hitungan bisnis, ia sudah tamat.
Sulit untuk bangkit lagi. Tapi kenyataan berbicara lain. Dalam waktu tidak
lama bisnisnya bangkit lagi dan bahkan melebihi besaran bisnis sebelum
terbakar. Kenapa? Karena mitra suppliernya mendukungnya dengan sepenuh hati
agar bisnisnya bangkit kembali. Mereka memberikan barang dagangan tanpa
perlu pembayaran dan jaminan apa pun. Reputasinya yang baik dan kejujurannya
telah menyelamatkannya dan membangkitkan bisnisnya kembali. Itulah contoh
dari teladan Rasulullah yang telah dibuktikan keberhasilannya.

Selain jujur, Rasulullah juga seorang pebisnis yang smart. Kecerdasan beliau
berbisnis juga sangat diakui. Beliau pernah menjual barang dagangan dan
meraih keuntungan dua kali lipat dibanding pebisnis-pebisnis yang lain.
Ketika Khadijah mendapatinya dengan keuntungan yang sangat besar yang belum
pernah diraih siapapun sebelumnya maka Khadijah memberikan keuntungan yang
lebih besar daripada yang telah mereka berdua sepakati sebelumnya.

Dari uraian di atas tergambar bahwa Rasulullah adalah seorang pelaku bisnis
yang sangat sukses di jamannya. Ada dua prinsip utama yang patut diteladani
oleh kita sebagai ummatnya dalam berbisnis. Pertama, uang ternyata bukanlah
modal utama dalam berbisnis. Bisnis bisa dilakukan tanpa modal uang sama
sekali. Personal branding beliau yang dikenal sebagai "Al Amin" atau dapat
dipercaya adalah pengungkit utama kesuksesan bisnisnya.

Kedua, kecerdasan berbisnis atau kompetensi sangat diperlukan dalam
mengembangkan bisnis. Modal uang tanpa kecerdasan bisnis tidak ada artinya.
Seluk beluk aktivitas bisnis harus dikuasai dengan baik.Rasulullah
mengetahui seluk beluk berbisnis sejak dini ketika magang bersama pamannya.
Beliau mengetahui di mana pasar yang membutuhkan produknya dan di mana
sumber-sumber produk tersebut untuk dijual.

Beliau mengetahui bahwa untuk menjalankan bisnis yang sukses dan
berkelanjutan harus ditempuh dengan cara-cara yang baik pula. Teladan ini
semakin selaras dengan temuan-temuan mutakhir teori ekonomi dan bisnis
modern. Teori-teori itu semakin mendekatkan kepada ajaran-ajaran mulia dari
Rasulullah SAW.

--
Wassalam,

Badroni Yuzirman,
To live, to love, to learn and to leave a legacy...

www.manetvision.com
www.roniyuzirman.com
www.twitter.com/roniyuzirman

3 bisnis yang menjanjikan

Ada 3 bidang bisnis teratas yang akan survive, menjanjikan dan menjadi
pilihan para pebisnis dalam jangka waktu panjang ini.

Data tersebut saya dapatkan pada saat acara meeting TDA 11 Digits tadi
malam.
Pak Ananto yang memberikan informasi data tersebut, beliau member TDA dan
adalah mantan Country Manager, AC Nielson Indonesia, perusahaan survey
terbesar di dunia.

Yah, data survey seperti ini menjadi penting bagi para pebisnis. Data atau
informasi sudah menjadi benar-benar key factor untuk penggerak perekonomian
di suatu negara.

3 bidang bisnis tersebut adalah :

1. Telekomunikasi dan turun-turunan pendukungnya dari produk, jasa dan
teknologi yang berhubungan dengan bisnis tersebut termasuk didalamnya adalah
teknologi informasi (IT). Kita lihat sendiri di negara kita pertumbuhan
operator selular baik GSM dan CDMA bertumbuh besar, pelayanan ke pengguna
pun semakin baik dan harga semakin murah. Pembangunan tower-tower
telekomunikasi makin merajalela hingga pelosok daerah. Tentu juga dukungan
IT sangat berperan di bidang ini baik produk (hardware/software), jasa,
tenaga kerja, outsourcing hingga edukasi program. Cukup sangat menjanjikan
bisnis dibidang ini.

2. Media. Bisnis di bidang media dalam segala bentuknya (cetak, elektronik,
mobile, internet dll) akan sangat merajai bisnis ke depan. Kita lihat saat
ini Kompas berani berinvestasi ratusan milyar untuk mega portalnya. Semua
orang akan mencari informasi melalui media-media informasi ini. Dan hasil
survey pun menyatakan belanja iklan dari sebuah corporate sangat besar dan
bisnis media lah yang merasakan kuenya. Dan jangan dilupakan media ini
sangat berhubungan dengan content provider, jadi beruntunglah kita yang
sudah memulai bisnis media ini, baik dari sisi medianya maupun contentnya.

3. Otomotif. Bisnis ini masih menjadi primadona di negara berkembang seperti
kita. Kebutuhan dan gaya hidup mempengaruhi perkembangan bisnis ini. Namun
yang menjadi catatan penting adalah meningkat drastis pemakai sepeda motor
di negara kita. Penjualan sepeda motor melebihi dari target para produsen
apalagi kaum hawa pun sudah memakai motor untuk kegiatannya. Bidang ini
tidak hanya untuk penjualannya saja, tapi peluang besar justru dari
jasa-jasa dan aksesories pendukungnya. Seperti jasa bengkel, salon otomotif,
cuci motor, kredit/pembiayaan, asuransi dan lain-lain. Tertarik?

Nah mudah-mudah dapat menjadi pencerahan untuk kita yang ingin berbisnis
atau mengembangkan bisnisnya.

Keimanan yang terkubur

Assalamu'alaikum wr.wb.

Allah Ta'ala telah berfirman:

" Wadda katsiirun min ahlilkitaabi lau yarudduunakum min ba'di iimaanikum kuffaaron hasadan min 'indi an fusihim min ba'di maa tabayyana lahumul haqq..." ( Al Baqoroh: 109).

Artinya:
" Dan sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengmbalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang timbul dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran..." (Al Baqoroh: 109).

Ayat tadi menjelaskan, betapa orang-orang ahli kitab, baik Yahudi atau Nasrani senantiasa berupadaya mengembalikan umat Islam pada kekafiran.

Upaya-upaya tersebut dilakukan oleh Ahli Kitab bukan karena dilandasi ketidakpercayaan terhadap Islam, tetapi karena dilandasi oleh perasaan dengki. Mereka merasa iri, kenapa kerasulan akhir zaman ini tidak diturunkan di kalangan mereka (Bani Israil) tetapi diturunkan di kalangan bangsa Arab (Bani Ismail). Mereka merasa lebih unggul, karena merasa dari keturunan orang merdeka (Siti Sarah, istri I Nabi Ibrahim a.s), sedang bangsa Arab adalah dari keturunan budak (Siti Hajar, istri II Nabi Ibrahim a.s.). Dan dalam banyak hal mereka merasa lebih unggul dari bangsa Arab bahkan bangsa-bangsa lain di dunia.

Sesungguhnya mereka percaya terhadap kebenaran agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Tetapi kesombongan mereka telah menutupi keimanan yang tersembunyi dalam lubuk hati mereka sehingga keimanan tidak sedikitpun tercermin dalam perilaku mereka, dari itulah mereka dinamai kafir. Kafir berasal dari kata kafaro artinya: telah menutupi ("Tafsir Ibnu Katsir" S. Al Baqoroh: 6) Orang yang menutupi sesuatu atau mengubur disebut kafir atau kufr dari itulah petani disebut juga kufr atau bentuk jama'nya kuffaar karena mereka telah menutupi atau mengubur biji-bijian dengan tanah, sebagaimana tertera dalam ayat yang berbunyi:

" Kamatsali ghoitsin a'jabal kuffaaro nabaatuhu tsumma yahiiju fataroohu mushfarron tsumma yakuunu huthooma..." (Q.S. Al Hadid: 20).

Artinya:" ...Laksana hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani;kemudian
tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi
hancur..." (Q.S. Al Hadid: 20).

Dengan kesombongannya pula, kaum Zionis Yahudi merasa sangat yakin akan menguasai dunia. Mereka yakin, bahwa era millenium yang ketiga ini merupakan pintu gerbang pada akhir zaman. Entah sengaja atau tidak, kasus WTC 911, dimana menara kembar WTC yang dilihat dari jauh seperti sebuah gerbang, diruntuhkan, maka seolah terbukalah suatu era baru bagi keyakinan mereka.

Segala daya upaya mereka lakukan guna menghadapi datangnya Messiah yang mereka yakini akan memimpin mereka dari kuil Sulaiman -- yang lokasinya dimana masjid Al Aqsha berada -- untuk menaklukkan dunia. Karenanya, mereka dengan segala daya upaya merobohkan masjid itu untuk digantikan dengan kuil Sulaiman yang sejak tahun 490 SM. telah runtuh oleh tentara Babylonia yang dipimpin Bukhtonashor.

Mereka yakin, bahwa dunia akan berada dalam satu pemerintahan (one world order) di bawah kendali sang Mesiah, dan di Kuil Sulaiman (The Solomon Temple) itulah sang Mesiah akan bertahta.

Namun ada satu anomali yang secara diametral bertentangan dengan keyakinan mereka ini. di satu sisi mereka mengaku sangat yakin akan bisa mengalahkan seluruh umat manusia, khususnya umat Islam dan menjadi pemimpin dunia. Namun di sisi lain mereka juga berlomba-lomba menanami Tanah Palestina yang mereka duduki secara tidak sah dengan ghorqod yang bahasa "biologinya" nitraria retusa.

Mereka yakin terhadap sabda Nabi Muhammad SAW. Ada sebuah hadits yang menerangkan sebagai berikut:

" Kiamat belum akan terjadi hingga kaum muslimin berperang melawan Yahudi. Orang-orang Yahudi berusaha mencari perlindungan di balik pohon dan di balik batu. ketika orang-orang Yahudi bersembunyi di balik pohon dan batu maka berserulah pohon dan batu itu:" Wahai kaum muslimin, kemarilah, sesungguhnya Yahudi bersembunyi di balikku, bunuhlah dia," kecuali pohon ghorqod, karena ghorqod adalah pohonnya Yahudi." (H.R. Bukhori).

Dengan kesombongannya yang begitu tinggi, mereka merasa begitu yakin bahwa mereka akan memimpin dunia. Namun dibalik kesombongannya itu, tersembunyi suatu keyakinan akan hakikat hari akhir, dimana mereka akan dikejar-kejar kaum muslimin, dan hanya pohon ghorqodlah yang bersedia dijadikan tempat bersembunyi oleh kaum Yahudi.

Entah sejak kapan Israel mulai menanami Tanah Palestina dengan pohon ghorqod, namun dalam website Jewish National Fund (www.jnf.org) pada bagian JNF Store (Trees For Israel Certificate) disebutkan, bahwa Israel telah menanam sebanyak 220 juta pohon di Tanah Palestina. Dan mereka telah mengiklankan proyek penanaman pohon itu ke seluruh dunia.

Inilah gambaran tentang orang-orang yang mengkafiri pada sebagian ayat dan mengimani pada sebagian, maka tidak lain mereka itu adalah kafir yang sejati. Sebagaimana firman Allah:

" Sesungguhnya orang-orang yang mengkafiri terhadap Allah dan Rasul-Rasul Allah dan menghendaki untuk membeda-bedakan antara Allah dan para Rasul-Nya dan mereka mengatakan:" Kami percaya kepada sebagian dan kami mengkafiri pada sebagian," dan mereka mancari jalan antara keduanya. Mereka itulah orang-orang kafir yang nyata. Dan Aku sediakan bagi orang-orang kafir dengan siksa yang menghinakan." (Q.S. An Nisaa': 150 - 151).

Padahal kalau saja mereka mau mengimani terhadap agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW secara seutuhnya, itu adalah langkah terbaik, sebab Mesiah itu sesungguhnya Al Masih Isa bin Maryam A.S. yang akan memimpin dunia ini di bawah hukum Islam sehingga seluruh umat manusia berada dalam kedamaian dan kemakmuran yang merata. Tidak sebagimana yang mereka yakini, sesungguhnya itu adalah Al Masih Dajjal yang akan mati di tangan Nabi Isa A.S di Tanah Palestina. Wallahu a'laam. (N.H. : 3/3/8).


J. Irfan.

Mulai dari yang kecil

Bagi Anda yang saat ini sedang atau akan menjalankan usaha sangat penting untuk mengukur kekuatan dan kemampuan Anda, terutama terkait dengan modal yang Anda miliki. Ini dibutuhkan agar Anda bisa memprediksi "daya tahan" dalam menghadapi hempasan yang menyakitkan.

Sah-sah saja Anda punya ambisi untuk melakukan ekspansi, namun Anda harus terlebih dahulu mengukur kemampuan. Ingat keinginan usaha cepat menjadi besar, pada dasarnya masih merupakan suatu harapan (dream) yang menuntut kerja keras dan sedikit keberuntungan.

Banyak perusahaan besar yang mengawali usaha dari skala sangat kecil. Kisah sukses para taipan memang bukan sekedar mitos. Mereka dulu juga sengsara, kemudian secara gradual mengembangkan bisnis sampai menjadi imperium yang memiliki omzet triliunan rupiah.


Barangkali Cuplikan yang saya ambil dari harian kompas edisi 1 Februari 1995 (dimana konglomerat Eka Tjipta Widjaja menceritakan pengalaman bisnisnya) bisa memotivasi Anda untuk gigih berjuang untuk mencapai kesuksesan usaha Anda. Di dekat markas tentara Jepang, pada waktu negeri Sakura ini masih menduduki Indonesia antara tahun 1942-1945, Eka merencanakan berjualan makanan. Pukul empat subuh ia sudah berada di lokasi, menyiapkan kaleng bekas minyak tanah untuk tempat air, tungku kecil, membawa kopi, gula dan bahan-bahan lainnya. Semua peralatan itu dipinjam dari ibunya. Enam ekor ayam dipinjam pula dari ayahnya. Ayam itu dimasak menjadi ayam putih gosok garam. Dari teman-temannya, Eka Tjipta yang masih miskin itu juga meminjam bahan-bahan lain seperti wiski, brendi dan anggur. Jam tujuh pagi, Eka siap berjualan. Sampai jam sembilan tidak ada pembeli satupun. Melihat kondisi tersebut Eka memutuskan untuk mendekati komandan tentara dan mentraktir sang Komandan untuk makan
di warungnya. Setelah mencicipi seperempat ayam komplit dengan kecap cuka dan bawang putih, minum dua teguk wiski gratis, komandan itu mengucapkan terima kasih. Kemudian setelah itu, semua anak buah komandan dan tawanan perang diperbolehkan makan di warung Eka. Strategi marketing Eka Tjipta itupun berjalan dengan sukses.

Empat puluh tahun kemudian, Eka Tjipta tumbuh menjadi salah satu konglomerat besar di Indonesia. Ia membesarkan group Sinar Mas yang memproduksi minyak goreng dan menguasai ratusan ribu hektar perkebunan Kelapa Sawit. Tetapi tidak banyak yang paham kalau dulu sang konglomerat pernah berbisnis dengan ayam dan wiski pinjaman.

Intinya jangan memulai usaha dari skala yang besar, karena Anda akan mempertaruhkan nasib banyak orang seandainya Anda mengambil risiko terlalu besar pada usaha baru Anda. Kecuali bila Anda sudah menggeluti bisnis itu beberapa waktu lamanya, sehingga Anda mengenali betul saat-saat yang paling tepat untuk ekspansi. Dan Anda sudah memahami seberapa besar pengaruh tambahan modal terhadap produktivitas usaha Anda.

Salam Sukses Selalu

Tidak Penting siapa saya sekarang...tapi lihat 10 tahun kemudian

Sepenggal kisah yang mungkin bisa menjadi motivasi bagi Anda dalam menyikapi hidup bahwa jangan pernah pesimis serta berkecil hati dengan diri dan usaha Anda masing-masing walau sering diejek, dicemooh, dan dipandang sebelah mata oleh orang disekeliling Anda. Yang terpenting tetap yakin, mau berjuang, tidak pernah putus asa pasti kesuksesan akan tercapai.

Albert Einstein dikatakan, "Bolot, tidak suka bergaul, dan senantiasa hanyut dalam khayalan bodohnya.
Aristotle Onassis saat sekolah merupakan si tolol nomor satu dan biang kerok, sehingga pernah dikeluarkan dari beberapa sekolah. Akhirnya dia gagal dalam ujian dan tidak punya ijazah walau diploma sekalipun.
Guru Bethoven menyebut Beethoven sebagai komposer yang tidak mempunyai harapan.
Charles Darwin dianggap oleh semua gurunya (termasuk ayahnya sendiri) sebagai seorang budak biasa dan mempunyai tingkat kecerdasan di bawah normal.
Henry Ford 5 kali gagal dalam bisnis dan bankrut
Prestasi Isaac Newton amat lemah ketika di sekolah dasar
Leo Tolstoy, pengarang buku "War and Peace" pernah dikeluarkan dari akademi.
Semasa kuliah, Louis Pasteur adalah seorang mahasiswa sederhana dimana dia mendapat peringkat nomor 15 dari 22 orang mahasiswa lain dalam mata kuliah kimia.
Leon Uris, pengarang buku terlaris , "Exodus" pernah gagal dalam ujian bahasa inggris sebanyak 3 kali semasa di sekolah menengah.
Pendiri Fedex (Federal Express) pernah diberitahu bahwa idenya tidak masuk akal, dan diberi nilai merah (tidak lulus) oleh profesor di universitasnya. Tiga puluh tahun kemudian, Federal Express menjadi sebuah perusahaan ekspedisi ekspres yang terbesar di dunia dengan 128.000 orang karyawan dan mempunyai modal lebih dari US$7 milyar.
Guru Thomas Alfa Edison pernah mengatakan bahwa dia terlalu bodoh untuk belajar sesuatu.
Walt Disney pernah dipecat oleh seorang redaktur surat kabar karena kekurangan ide.
Winston Churchill pernah tidak naik kelas enam.
Semasa Silvester Stallone menjalani ujian di Universitas Dexel, dia diberitahu bahwa peluang masa depannya hanyalah sebagai seorang tukang reparasi elevator. Dengan demikian ayahnya yang sering memukul mengatakan bahwa dia adalah seorang anak yang tidak bisa diharapkan.
Woody Allen, seorang penulis, editor, dan penerbit yang telah mendapat anugerah Academy Award pernah gagal dalam ujian bahasa inggris dan gagal membuat film di Universitas New York.
Akio Morita, pendiri SONY corporation adalah murid yang bodoh. Ia menempati peringkat terakhir dari 180 murid di kelas ilmu pastinya.
Salam Sukses Selalu



Cak Eko
www.cakeko.co.nr
www.baksomalangcakeko.co.nr
www.sotojolali.co.nr